Apa yang sedang paling membebani pikiranmu akhir-akhir ini?
Kalau akhir-akhir ini ada sesuatu yang terus memenuhi pikiranmu, membuatmu sulit tenang, sulit tidur, atau merasa lelah secara emosional, kamu boleh menceritakannya di sini.
Mungkin menurutmu masalah ini terlihat kecil. Tapi kalau itu terus mengganggu pikiranmu, berarti itu cukup penting untuk diceritakan. Kamu nggak perlu takut ceritamu dianggap sepele, karena setiap orang punya perjuangan yang berbeda-beda.
Kalau masih bingung harus mulai dari mana, beberapa pertanyaan berikut mungkin bisa membantu.
-
Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
-
Sejak kapan hal itu mulai membebani pikiranmu?
-
Apa yang paling sering muncul di kepalamu saat memikirkan hal tersebut?
-
Bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupanmu sehari-hari?
-
Apa yang sudah kamu coba lakukan untuk menghadapinya?
-
Saat ini, apa yang paling kamu butuhkan atau harapkan?
Kamu nggak harus menjawab semua pertanyaan di atas. Anggap saja itu sebagai panduan untuk membantumu mulai bercerita.
Nggak perlu memikirkan apakah tulisanmu sudah rapi atau belum. Tulis saja seperti sedang bercerita kepada seorang teman yang benar-benar ingin memahami keadaanmu.
Ceritakan apa yang terjadi, apa yang kamu rasakan, apa yang terus memenuhi pikiranmu, dan mengapa hal itu begitu berarti buatmu. Semakin jujur dan mengalir ceritamu, semakin mudah orang lain memahami keadaanmu dan memberikan dukungan yang benar-benar sesuai dengan yang kamu butuhkan.
Berat badan ku
Berat nama ku
Berat tanggung jawab ku
Jalan hidup.
Di usia menginjak kepala orang, melihat sosial media selalu menggetarkan jiwa raga.
Bukannya apa, aku akan menjadi sangat skeptis dengan hidupku sampai begitu menguras energi melihat rumput tetangga yang hijau asri. Padahal boleh saja rumput-rumput itu imitasi.
Mungkin sama halnya dengan sosial media.
Kuakui aku adalah orang yang hanya akan menampilkan sisi baik, bagus, luar biasa di sosial mediaku. Selebihnya? Cukup aku, Tuhan, dan orang rumahku yang tahu.
Maka dari itu, aku masih berusaha untuk menghindari melihat apa yang seharusnya tak kulihat dan membandingkan hidupku dengan orang lain. Aku masih berusaha untuk memperluas rasa syukur atas apa yang telah diberikan Sang Pencipta.