PIAGAM, NILAI, ATURAN, BUDAYA, DAN PEDOMAN AKTIVITAS FORUM TEMANSEVISI
Versi 1.0
Temansevisi adalah ruang bersama untuk manusia yang ingin tumbuh, terhubung, belajar, berbagi, berkolaborasi, dan memberi manfaat.
Forum Temansevisi hadir bukan sekadar sebagai tempat untuk menulis atau membaca percakapan di internet. Forum ini adalah bagian dari ekosistem Temansevisi yang berusaha mempertemukan manusia, gagasan, pengalaman, nilai, dan semangat kolaborasi agar hubungan menjadi lebih sehat, pembelajaran menjadi lebih bermakna, dan kepedulian dapat berubah menjadi kontribusi nyata.
Karena itu, setiap orang yang berada di forum ini tidak hanya memiliki kebebasan untuk berbicara, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ruang bersama.
I. IDENTITAS FORUM
1. Nama
Forum Temansevisi adalah ruang digital resmi Temansevisi yang digunakan untuk berbagi pengalaman, berdialog, belajar, bertumbuh, membangun hubungan, menemukan teman seperjalanan, mengembangkan gagasan, berkolaborasi, dan mendorong kontribusi nyata.
2. Fungsi Forum
Forum Temansevisi memiliki tujuh fungsi utama:
-
Ruang Aman
Tempat untuk didengar, diterima, dihargai, dan bertumbuh. -
Ruang Pertemuan
Tempat mempertemukan orang-orang dengan pengalaman, minat, kepedulian, atau tujuan yang memiliki titik temu. -
Ruang Pembelajaran
Tempat berbagi pengetahuan, pengalaman, perspektif, keterampilan, dan pelajaran hidup. -
Ruang Dialog
Tempat membicarakan berbagai persoalan secara terbuka, kritis, dewasa, dan konstruktif. -
Ruang Kolaborasi
Tempat mempertemukan orang, gagasan, kemampuan, sumber daya, dan kesempatan untuk menciptakan sesuatu bersama. -
Ruang Aksi
Tempat mengubah kepedulian, gagasan, dan pembelajaran menjadi tindakan yang bermanfaat. -
Ruang Regenerasi
Tempat menumbuhkan anggota, kontributor, moderator, fasilitator, dan pemimpin baru agar budaya baik dapat terus hidup.
II. VISI FORUM
Menjadi ruang digital yang mempertemukan manusia, nilai, pengalaman, dan semangat kolaborasi untuk memperkuat manusia, hubungan, dan kepercayaan sosial serta mendorong kontribusi yang nyata, bermakna, dan berkelanjutan bagi kehidupan bersama.
III. MISI FORUM
Forum Temansevisi berupaya untuk:
-
menyediakan ruang yang aman, manusiawi, inklusif, dan bermakna;
-
membantu setiap orang mengenal diri, menemukan makna, belajar, dan bertumbuh;
-
membangun budaya saling mendengar, memahami, dan menghargai;
-
mempertemukan orang-orang yang memiliki pengalaman, minat, kepedulian, atau visi yang selaras;
-
menciptakan ruang dialog yang sehat dan terbuka terhadap perbedaan;
-
mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif;
-
mengubah hubungan menjadi kepercayaan dan kolaborasi;
-
mengubah gagasan dan kepedulian menjadi aksi serta kontribusi;
-
menjaga agar forum tidak berhenti sebagai tempat curhat, diskusi, atau hiburan semata;
-
membangun budaya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
IV. TUJUAN FORUM
Forum Temansevisi diarahkan agar seseorang dapat bergerak melalui proses:
Mengenal Diri → Menemukan Makna → Bertumbuh → Terhubung → Percaya → Berkolaborasi → Beraksi → Berkontribusi → Berdampak → Mewariskan → Menjadi Budaya Kebaikan Berkelanjutan.
Forum tidak menuntut setiap orang melewati seluruh tahap tersebut dalam urutan yang sama. Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.
Yang terpenting adalah forum membantu manusia bergerak ke arah yang lebih baik, bukan sekadar membuat mereka lebih aktif secara digital.
V. APA YANG DIPERJUANGKAN FORUM
Forum Temansevisi memperjuangkan:
-
manusia yang lebih matang;
-
hubungan yang lebih sehat;
-
lingkungan interaksi yang lebih aman;
-
kepercayaan sosial yang lebih kuat;
-
budaya belajar dan berpikir;
-
keberanian untuk bertumbuh;
-
kemampuan untuk berdialog dalam perbedaan;
-
kolaborasi yang sehat;
-
kepedulian yang berubah menjadi tindakan;
-
kontribusi yang memberi manfaat;
-
budaya kebaikan yang dapat berkelanjutan.
VI. BATAS IDENTITAS FORUM
Temansevisi adalah:
-
ruang pertumbuhan;
-
ruang kebermanfaatan;
-
ruang dialog;
-
ruang pembelajaran;
-
ruang hubungan;
-
ruang kolaborasi;
-
ruang kontribusi;
-
ruang untuk mencari dan berbagi pengalaman;
-
ruang untuk menemukan teman seperjalanan;
-
ruang untuk membangun gagasan dan aksi.
Temansevisi bukan:
-
tempat kebencian;
-
tempat penghinaan;
-
tempat perundungan;
-
tempat permusuhan;
-
tempat eksploitasi;
-
tempat manipulasi;
-
tempat penipuan;
-
tempat pelecehan;
-
tempat provokasi yang merusak;
-
tempat mempermalukan orang;
-
tempat menyebarkan informasi berbahaya tanpa tanggung jawab;
-
tempat memaksakan kehendak;
-
tempat membangun kultus terhadap seseorang;
-
kendaraan kepentingan pribadi yang merugikan anggota;
-
pengganti keluarga, sekolah, kampus, lembaga profesional, atau lembaga negara;
-
pengganti layanan medis, psikologis, hukum, atau profesional lainnya.
VII. NILAI INTI FORUM
1. MARTABAT MANUSIA
Setiap orang memiliki nilai dan martabat yang harus dihormati.
Di forum ini:
-
kritik boleh diberikan;
-
perbedaan boleh terjadi;
-
kesalahan boleh dibahas;
-
perilaku boleh dikoreksi;
tetapi manusia tidak boleh direndahkan.
Yang boleh diserang adalah gagasan atau perilaku yang bermasalah, bukan martabat orangnya.
2. INTEGRITAS
Selaras antara apa yang diyakini, dikatakan, dan dilakukan.
Kita:
-
jujur;
-
tidak memanipulasi;
-
tidak berpura-pura menjadi orang lain;
-
tidak menyalahgunakan kepercayaan;
-
mengakui kesalahan;
-
menjaga komitmen;
-
tidak menggunakan forum untuk pencitraan palsu.
3. KEBIJAKSANAAN
Tidak semua hal harus dijawab. Tidak semua perbedaan harus dimenangkan.
Kita belajar untuk:
-
mendengar sebelum menilai;
-
berpikir sebelum bereaksi;
-
mempertimbangkan konteks;
-
melihat berbagai perspektif;
-
membedakan fakta, opini, pengalaman, dan asumsi;
-
mempertimbangkan dampak jangka panjang.
4. KEPEDULIAN
Kita hadir bukan hanya untuk didengar, tetapi juga untuk belajar mendengar.
Kepedulian berarti:
-
memperhatikan;
-
memahami;
-
menghargai;
-
membantu sesuai kemampuan;
-
tidak mempermalukan;
-
tidak menghakimi;
-
tidak membiarkan ruang bersama menjadi berbahaya.
5. PERTUMBUHAN
Tidak ada orang yang harus selalu benar.
Forum adalah tempat untuk:
-
belajar;
-
mencoba;
-
salah;
-
menerima masukan;
-
melakukan refleksi;
-
memperbaiki diri;
-
berkembang.
Kesalahan tidak otomatis membuat seseorang buruk. Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang menolak bertanggung jawab dan terus mengulangi perilaku yang merugikan.
6. KOLABORASI
Kita tidak harus melakukan semuanya sendiri.
Kita menghargai:
-
kontribusi;
-
gotong royong;
-
berbagi pengetahuan;
-
kerja lintas latar belakang;
-
pembagian peran;
-
keberhasilan bersama.
Tidak ada kebutuhan untuk menjadi orang yang paling penting.
7. KONTRIBUSI
Potensi, pengalaman, pengetahuan, waktu, relasi, dan kemampuan adalah sesuatu yang dapat diubah menjadi manfaat.
Kontribusi tidak harus besar.
Membagikan pengalaman yang membantu orang lain juga kontribusi.
Menjawab pertanyaan dengan tulus juga kontribusi.
Membuat thread yang bermanfaat juga kontribusi.
Membantu orang menemukan solusi juga kontribusi.
8. KEBERLANJUTAN
Apa yang kita lakukan hari ini harus dipikirkan dampaknya terhadap hari esok.
Forum tidak dibangun untuk mengejar aktivitas sebanyak-banyaknya, tetapi untuk membangun budaya yang dapat bertahan.
Karena itu kita menghindari:
-
ketergantungan pada satu orang;
-
budaya yang hanya hidup ketika ada tokoh tertentu;
-
aktivitas tanpa tujuan;
-
konflik yang dibiarkan;
-
sistem yang tidak terdokumentasi;
-
keputusan jangka pendek yang merusak masa depan.
VIII. PRINSIP DASAR BERAKTIVITAS
Setiap aktivitas di forum sebisa mungkin melewati pertanyaan berikut:
-
Apakah ini menghormati martabat manusia?
-
Apakah ini aman bagi orang lain?
-
Apakah ini jujur dan dapat dipertanggungjawabkan?
-
Apakah ini membantu seseorang belajar atau bertumbuh?
-
Apakah ini memperkuat hubungan atau justru merusaknya?
-
Apakah ini membuka ruang dialog atau memancing permusuhan?
-
Apakah informasi yang saya bagikan cukup dapat dipercaya?
-
Apakah saya memiliki hak untuk membagikan informasi ini?
-
Apakah manfaatnya lebih besar daripada risikonya?
-
Apakah saya tetap bersedia mempertanggungjawabkan tindakan ini jika diketahui publik?
-
Apakah tindakan ini baik jika dilakukan berulang kali oleh banyak orang?
-
Apakah tindakan ini masih baik untuk keberlanjutan forum di masa depan?
Jika jawabannya jelas merugikan manusia, hubungan, keamanan, atau keberlanjutan forum, aktivitas tersebut tidak seharusnya dilakukan.
IX. BUDAYA FORUM
1. Budaya Mendengar
Sebelum memberi nasihat, pahami terlebih dahulu.
Sebelum menyimpulkan, dengarkan konteks.
Sebelum membantah, pastikan kita memahami maksud orang lain.
2. Budaya Belajar
Tidak ada kewajiban untuk selalu tahu.
Tidak tahu bukan aib.
Bertanya bukan berarti bodoh.
Mengubah pendapat setelah memperoleh informasi baru bukan kelemahan.
3. Budaya Berpikir
Forum tidak dibangun hanya untuk memperbanyak pendapat.
Kita mendorong:
-
alasan;
-
pengalaman;
-
data;
-
konteks;
-
pertanyaan;
-
perspektif;
-
refleksi.
4. Budaya Berbeda Tanpa Bermusuhan
Perbedaan bukan otomatis konflik.
Kita boleh berbeda:
-
pengalaman;
-
pendapat;
-
pilihan hidup;
-
cara berpikir;
-
minat;
-
latar belakang;
-
prioritas.
Yang tidak boleh adalah menggunakan perbedaan sebagai alasan untuk merendahkan atau menyerang manusia lain.
5. Budaya Bertanggung Jawab
Sebelum menekan tombol "Kirim", biasakan bertanya:
"Kalau banyak orang melakukan hal yang sama seperti saya, apakah forum ini akan menjadi lebih baik atau lebih buruk?"
6. Budaya Memberi Ruang
Tidak semua orang memiliki keberanian, kemampuan, atau pengalaman yang sama dalam berbicara.
Karena itu:
-
jangan mendominasi;
-
jangan mematikan percakapan;
-
jangan membuat orang takut berbicara;
-
jangan mengejek pertanyaan sederhana;
-
berikan kesempatan kepada orang lain untuk tumbuh.
7. Budaya Perbaikan
Ketika ada masalah:
Akui → Pahami → Perbaiki → Pulihkan → Belajar.
Tujuan utama penyelesaian masalah bukan mempermalukan orang, tetapi memperbaiki manusia, hubungan, dan sistem.
X. ATURAN UTAMA FORUM
Aturan 1 — Hormati manusia
Dilarang:
-
menghina;
-
merendahkan;
-
mempermalukan;
-
mengejek secara merusak;
-
menyerang identitas seseorang;
-
melakukan perundungan;
-
mengintimidasi;
-
mengancam;
-
mendorong orang lain melakukan kekerasan atau kebencian.
Aturan 2 — Kritik gagasan, bukan manusia
Kritik terhadap ide diperbolehkan.
Kritik terhadap perilaku juga diperbolehkan.
Serangan terhadap harga diri dan martabat seseorang tidak diperbolehkan.
Contoh:
Boleh:
"Menurutku argumen ini memiliki kelemahan karena..."
Tidak boleh:
"Dasar bodoh. Pantas saja hidupmu seperti itu."
Aturan 3 — Tidak melakukan diskriminasi
Dilarang merendahkan atau memperlakukan seseorang secara tidak adil berdasarkan identitas, latar belakang, kondisi, kemampuan, status sosial, atau karakteristik pribadi lainnya.
Aturan 4 — Tidak melakukan pelecehan
Dilarang melakukan:
-
pelecehan seksual;
-
komentar seksual yang tidak diinginkan;
-
pendekatan romantis yang terus dilakukan setelah ditolak;
-
stalking;
-
intimidasi;
-
penghinaan berulang;
-
harassment melalui thread, komentar, pesan pribadi, atau fitur lain.
Aturan 5 — Jaga privasi
Jangan membagikan:
-
nomor telepon seseorang;
-
alamat rumah;
-
lokasi pribadi;
-
data identitas;
-
foto pribadi;
-
percakapan pribadi;
-
informasi keluarga;
-
informasi pekerjaan atau pendidikan yang bersifat privat;
-
dokumen pribadi;
-
informasi sensitif lainnya;
tanpa izin yang bersangkutan.
Cerita orang lain bukan milik kita hanya karena kita mengetahuinya.
Aturan 6 — Jangan membocorkan cerita pribadi
Cerita yang dibagikan seseorang di forum tidak otomatis boleh:
-
disebarkan ke WhatsApp;
-
diunggah ke Instagram;
-
dikirim ke orang lain;
-
dijadikan konten;
-
dijadikan bahan bercanda;
-
digunakan untuk menyerang orang tersebut.
Jika sebuah cerita bersifat pribadi, perlakukan sebagai sesuatu yang dipercayakan kepada komunitas.
Aturan 7 — Bedakan pengalaman, opini, dan fakta
Gunakan penanda yang jelas.
Contoh:
Pengalaman:
"Menurut pengalamanku..."
Pendapat:
"Menurutku..."
Informasi:
"Berdasarkan sumber..."
Ketidakpastian:
"Aku belum yakin, tetapi..."
Jangan menyampaikan dugaan sebagai fakta.
Aturan 8 — Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas
Dilarang dengan sengaja menyebarkan:
-
hoaks;
-
fitnah;
-
rumor;
-
informasi palsu;
-
kutipan palsu;
-
data yang dimanipulasi;
-
potongan informasi yang sengaja menyesatkan.
Jika informasi belum terverifikasi, sampaikan sebagai informasi yang belum terverifikasi.
Aturan 9 — Hindari provokasi
Forum bukan tempat untuk sengaja:
-
memancing kemarahan;
-
membuat keributan;
-
memperbesar konflik;
-
membuat kubu;
-
mempermalukan kelompok;
-
mengadu anggota;
-
mencari engagement dengan kontroversi yang merusak.
Aturan 10 — Tidak melakukan spam
Dilarang:
-
membuat thread berulang tanpa alasan;
-
mengirim komentar yang sama berkali-kali;
-
memenuhi forum dengan promosi;
-
menggunakan akun palsu untuk membanjiri diskusi;
-
melakukan aktivitas otomatis yang mengganggu;
-
sengaja mengacaukan percakapan.
Aturan 11 — Promosi harus bertanggung jawab
Promosi dapat dilakukan hanya pada ruang atau mekanisme yang diperbolehkan.
Promosi tidak boleh:
-
menipu;
-
menyembunyikan kepentingan komersial;
-
mengeksploitasi anggota;
-
menggunakan data anggota tanpa izin;
-
memaksa;
-
melakukan spam;
-
menjanjikan hasil yang tidak masuk akal.
Aturan 12 — Dilarang melakukan penipuan
Termasuk:
-
scam;
-
phishing;
-
pemalsuan identitas;
-
manipulasi transaksi;
-
pengumpulan dana palsu;
-
penipuan kerja;
-
penipuan investasi;
-
penipuan donasi;
-
pemerasan;
-
penyalahgunaan kepercayaan.
Aturan 13 — Jangan menyalahgunakan forum untuk kepentingan pribadi
Forum boleh digunakan untuk mengembangkan diri dan membangun peluang.
Namun tidak boleh digunakan untuk:
-
mengeksploitasi anggota;
-
mencari korban;
-
mengumpulkan data pribadi secara tidak sah;
-
membangun jaringan manipulatif;
-
merekrut orang ke kegiatan berbahaya;
-
memperoleh keuntungan dengan merugikan anggota lain.
Aturan 14 — Hormati hak cipta
Jangan mengambil karya orang lain dan mengakuinya sebagai milik sendiri.
Jika menggunakan karya orang lain:
-
berikan atribusi jika diperlukan;
-
hormati lisensi;
-
jangan mengunggah materi yang tidak memiliki hak untuk dibagikan;
-
jangan menggunakan forum untuk menyebarkan materi bajakan.
Aturan 15 — Jangan membuat akun palsu untuk manipulasi
Akun alternatif diperbolehkan untuk alasan yang sah dan tidak merugikan.
Namun dilarang menggunakan banyak akun untuk:
-
memanipulasi diskusi;
-
membuat opini seolah-olah didukung banyak orang;
-
menyerang seseorang;
-
menghindari sanksi;
-
melakukan penipuan;
-
memanipulasi sistem reputasi.
Aturan 16 — Jangan menghindari sanksi
Jika sebuah akun dikenai pembatasan atau sanksi, pengguna tidak diperbolehkan membuat akun baru untuk menghindarinya.
Aturan 17 — Jangan mengeksploitasi kerentanan orang lain
Kondisi seseorang yang sedang:
-
sedih;
-
bingung;
-
kesepian;
-
mengalami masalah hubungan;
-
mengalami kesulitan finansial;
-
sedang mencari arah hidup;
-
sedang berada dalam kondisi rentan;
tidak boleh dijadikan kesempatan untuk memanipulasi, menjual sesuatu secara agresif, melakukan pendekatan yang tidak diinginkan, atau mengambil keuntungan secara tidak adil.
Aturan 18 — Jangan memberikan nasihat seolah-olah sebagai profesional jika bukan
Anggota boleh berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Namun jangan mengklaim diri sebagai profesional jika memang bukan.
Untuk persoalan yang membutuhkan bantuan profesional, arahkan seseorang kepada pihak yang tepat.
Forum adalah ruang dukungan dan pertumbuhan sosial, bukan pengganti terapi, diagnosis, layanan medis, bantuan hukum, atau layanan profesional lainnya.
Aturan 19 — Konten berisiko harus memiliki konteks
Topik sensitif boleh dibicarakan selama dilakukan secara bertanggung jawab.
Jika diperlukan, gunakan peringatan konten atau konteks yang sesuai.
Hindari detail yang tidak diperlukan dan dapat membuat orang lain merasa tidak aman atau terdorong meniru perilaku berbahaya.
Aturan 20 — Gunakan forum sesuai tujuan ruang
Setiap thread harus ditempatkan pada kategori atau ruang yang paling sesuai.
Jika salah tempat:
-
pindahkan;
-
edit;
-
gabungkan;
-
atau arahkan ke ruang yang lebih tepat.
Kesalahan kategori bukan pelanggaran serius selama dilakukan tanpa niat buruk.
XI. PEDOMAN MEMBUAT THREAD
Sebelum membuat thread, tanyakan:
"Apa yang ingin saya berikan kepada ruang ini?"
Sebuah thread dapat dibuat untuk:
-
bercerita;
-
bertanya;
-
berbagi pengalaman;
-
meminta perspektif;
-
berbagi pembelajaran;
-
berdiskusi;
-
mencari teman;
-
mencari kolaborator;
-
berbagi karya;
-
menawarkan bantuan;
-
mengajak aksi;
-
mendokumentasikan perjalanan.
Thread yang baik umumnya memiliki:
-
judul yang jelas;
-
konteks yang cukup;
-
isi yang mudah dipahami;
-
tujuan yang jelas;
-
ruang bagi orang lain untuk merespons dengan sehat.
XII. PEDOMAN MEMBERI KOMENTAR
Sebelum berkomentar, pilih terlebih dahulu apa yang sebenarnya ingin diberikan:
Dengar.
Jika seseorang hanya membutuhkan ruang untuk didengar.
Pahami.
Jika konteksnya belum jelas.
Tanya.
Jika ada informasi yang belum cukup.
Bagikan pengalaman.
Jika kita memiliki pengalaman yang relevan.
Berikan perspektif.
Jika kita memiliki sudut pandang yang dapat membantu.
Berikan solusi.
Jika solusi memang dibutuhkan.
Ajak bertindak.
Jika persoalan membutuhkan langkah nyata.
Tidak semua cerita membutuhkan nasihat.
Tidak semua pertanyaan membutuhkan debat.
Tidak semua pendapat membutuhkan bantahan.
XIII. PEDOMAN DISKUSI
Diskusi yang sehat:
-
membahas gagasan;
-
menggunakan alasan;
-
membuka kemungkinan salah;
-
menghargai pengalaman;
-
bersedia menerima koreksi;
-
tidak memaksakan kesimpulan;
-
tidak menggunakan jumlah dukungan sebagai ukuran kebenaran.
Hindari:
-
ad hominem;
-
strawman;
-
false accusation;
-
cherry-picking;
-
generalisasi berlebihan;
-
serangan pribadi;
-
whataboutism yang tidak relevan;
-
debat hanya untuk menang.
Tujuan diskusi bukan selalu membuat orang lain setuju.
Tujuan diskusi adalah membuat pemahaman menjadi lebih baik.
XIV. PEDOMAN PERBEDAAN PENDAPAT
Ketika berbeda:
-
pahami posisi orang lain;
-
pastikan kita tidak salah memahami;
-
pisahkan fakta dan opini;
-
jelaskan alasan;
-
gunakan bahasa yang proporsional;
-
hindari serangan pribadi;
-
akui jika ada bagian yang benar dari pihak lain;
-
berhenti jika diskusi sudah tidak produktif.
Tidak semua perbedaan harus diselesaikan dengan kesepakatan.
Kadang tujuan terbaik adalah memahami perbedaan tanpa bermusuhan.
XV. PEDOMAN BERBAGI CERITA PRIBADI
Forum memberikan ruang untuk berbagi pengalaman.
Namun setiap orang bertanggung jawab atas informasi yang dibagikannya sendiri.
Sebelum memposting cerita pribadi, pertimbangkan:
-
Apakah saya siap jika cerita ini dibaca orang lain?
-
Apakah ada data pribadi yang sebaiknya saya sembunyikan?
-
Apakah saya sedang terlalu emosional untuk memposting?
-
Apakah ada nama atau identitas orang lain yang seharusnya tidak disebut?
-
Apakah saya benar-benar membutuhkan publikasi atau hanya membutuhkan ruang untuk didengar?
Gunakan nama samaran jika diperlukan.
XVI. PEDOMAN MEMBERIKAN DUKUNGAN
Ketika seseorang bercerita:
Pertama: hadir.
Kedua: pahami.
Ketiga: validasi perasaannya tanpa harus membenarkan semua tindakannya.
Keempat: tawarkan perspektif jika relevan.
Kelima: arahkan kepada bantuan yang tepat jika masalahnya berada di luar kapasitas forum.
Jangan:
-
mendiagnosis;
-
menghakimi;
-
mempermalukan;
-
memaksa bercerita lebih jauh;
-
menjadikan cerita sebagai bahan gosip;
-
memanfaatkan kerentanan seseorang.
XVII. FORUM BUKAN TEMPAT UNTUK SELALU "POSITIF"
Temansevisi tidak memaksa setiap orang untuk selalu terlihat baik-baik saja.
Forum boleh berisi:
-
kegagalan;
-
kesedihan;
-
kebingungan;
-
kemarahan;
-
kehilangan;
-
konflik;
-
rasa takut;
-
keraguan;
-
kegagalan hubungan;
-
masalah kehidupan;
-
proses mencari arah.
Namun ruang untuk hal-hal tersebut harus tetap diarahkan pada:
kejujuran → pemahaman → refleksi → pertumbuhan → hubungan → tindakan yang lebih baik.
Kita tidak menormalisasi penderitaan.
Kita juga tidak menormalisasi perilaku yang merugikan hanya karena seseorang sedang terluka.
XVIII. KEAMANAN DAN PRIVASI
1. Data Pribadi
Anggota harus berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi.
Forum berhak menghapus atau menyembunyikan informasi yang berpotensi membahayakan keamanan seseorang.
2. Percakapan Pribadi
Pesan pribadi tetap harus mengikuti nilai dan aturan forum.
Pelanggaran tidak menjadi boleh hanya karena dilakukan melalui pesan pribadi.
3. Bukti Pelanggaran
Jika seseorang melaporkan pelanggaran, bukti dapat dikirim kepada moderator melalui kanal pelaporan resmi.
Bukti tidak boleh disebarluaskan untuk mempermalukan pihak yang dilaporkan.
4. Kerahasiaan Laporan
Identitas pelapor sebisa mungkin dijaga.
Moderator tidak boleh membocorkan informasi pelapor tanpa alasan yang sah.
5. Keamanan Akun
Anggota bertanggung jawab menjaga:
-
kata sandi;
-
email;
-
akses akun;
-
perangkat;
-
informasi pribadi.
Jangan memberikan akses akun kepada orang lain.
XIX. HUBUNGAN ANTARANGGOTA
Forum bukan tempat untuk memaksa seseorang menjadi teman, pasangan, rekan bisnis, atau bagian dari kelompok tertentu.
Setiap hubungan di forum harus dibangun atas:
-
persetujuan;
-
kebebasan;
-
rasa hormat;
-
batas pribadi;
-
kejujuran;
-
tanggung jawab.
Jika seseorang mengatakan tidak, berhenti.
Jika seseorang tidak merespons, jangan terus memaksa.
Jika seseorang menetapkan batas, hormati.
XX. PERTEMUAN OFFLINE YANG BERASAL DARI FORUM
Forum dapat menjadi pintu menuju hubungan dan aktivitas offline.
Namun setiap pertemuan offline merupakan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat.
Disarankan:
-
bertemu di tempat publik;
-
memberi tahu orang yang dipercaya;
-
tidak memberikan informasi pribadi secara berlebihan;
-
tidak membawa uang atau barang berharga secara tidak perlu;
-
tidak memaksakan pertemuan;
-
menghentikan pertemuan jika merasa tidak aman.
Temansevisi tidak otomatis menjamin karakter, identitas, keamanan, atau tindakan setiap pengguna di luar platform.
XXI. KONTEN KOMERSIAL DAN PELUANG
Forum dapat menjadi ruang untuk:
-
berbagi usaha;
-
mencari pelanggan;
-
mencari partner;
-
mencari pekerjaan;
-
mencari freelancer;
-
menawarkan jasa;
-
membangun proyek;
-
menemukan investor atau pendukung;
-
membangun kolaborasi.
Namun setiap pihak wajib bertanggung jawab atas transaksi yang dilakukan.
Temansevisi bukan pihak yang otomatis menjamin:
-
kualitas produk;
-
hasil transaksi;
-
keuntungan;
-
legalitas usaha;
-
kemampuan pihak lain;
-
keberhasilan kerja sama.
XXII. POLITIK, AGAMA, DAN ISU SENSITIF
Forum menghormati keberagaman perspektif dan mendorong dialog yang sehat.
Pembahasan isu politik, agama, sosial, budaya, dan isu sensitif lainnya dapat dilakukan selama:
-
tidak menjadi propaganda kebencian;
-
tidak menyerang martabat manusia;
-
tidak memaksakan keyakinan;
-
tidak menghasut kekerasan;
-
tidak menjadi kampanye kepentingan kelompok yang merusak ruang bersama;
-
tetap terbuka terhadap dialog.
Kesadaran sosial dan partisipasi warga dapat tumbuh di forum, tetapi forum tidak menjadi kendaraan politik praktis kelompok tertentu.
XXIII. PENGGUNAAN AI DAN TEKNOLOGI
Teknologi, termasuk AI, boleh digunakan untuk membantu:
-
belajar;
-
mencari ide;
-
menyusun tulisan;
-
menerjemahkan;
-
merangkum;
-
membuat karya;
-
meningkatkan produktivitas.
Namun pengguna tetap bertanggung jawab terhadap hasil yang dipublikasikan.
Jangan menggunakan AI untuk:
-
menipu;
-
menyamar sebagai orang lain;
-
membuat informasi palsu;
-
melakukan manipulasi massal;
-
membuat fitnah;
-
melakukan spam;
-
memanipulasi opini;
-
mengeksploitasi anggota.
Jika penggunaan AI dapat menimbulkan kesalahpahaman atau risiko penting, transparansi sangat dianjurkan.
XXIV. MODERATOR
Moderator bukan polisi forum.
Moderator adalah penjaga ruang.
Tugas moderator:
-
menjaga keamanan;
-
menjaga arah diskusi;
-
membantu anggota memahami aturan;
-
mencegah konflik membesar;
-
mengoreksi pelanggaran;
-
melindungi anggota dari tindakan berbahaya;
-
memindahkan atau mengarsipkan konten bila diperlukan;
-
menangani laporan;
-
mendokumentasikan keputusan penting;
-
membantu memperbaiki budaya forum.
Moderator harus:
-
adil;
-
tenang;
-
tidak reaktif;
-
tidak menyalahgunakan kekuasaan;
-
tidak menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi;
-
tidak membocorkan informasi rahasia;
-
bersedia dievaluasi.
XXV. PRINSIP MODERASI
Moderasi menggunakan prinsip:
Mencegah → Mengingatkan → Mengoreksi → Membina → Membatasi → Menindak.
Tidak semua pelanggaran harus langsung dihukum.
Sebaliknya, tidak semua pelanggaran dapat diselesaikan hanya dengan nasihat.
Keputusan moderasi mempertimbangkan:
-
jenis pelanggaran;
-
tingkat dampak;
-
kesengajaan;
-
riwayat pelanggaran;
-
risiko terhadap anggota lain;
-
respons pelaku;
-
kesediaan memperbaiki;
-
kemungkinan pelanggaran berulang.
XXVI. TINGKAT PELANGGARAN
Level 1 — Pelanggaran Ringan
Contoh:
-
salah kategori;
-
thread berulang karena tidak sengaja;
-
promosi pada ruang yang tidak tepat;
-
komentar kurang relevan;
-
pelanggaran teknis sederhana.
Tindakan:
-
pengingat;
-
koreksi;
-
pemindahan;
-
pengeditan;
-
penghapusan jika diperlukan.
Level 2 — Pelanggaran Sedang
Contoh:
-
spam berulang;
-
komunikasi kasar;
-
provokasi;
-
pelanggaran privasi yang tidak berat;
-
promosi berlebihan;
-
mengabaikan peringatan moderator.
Tindakan:
-
teguran;
-
peringatan tertulis;
-
pembatasan sementara;
-
pembinaan;
-
penghapusan konten.
Level 3 — Pelanggaran Berat
Contoh:
-
perundungan berulang;
-
manipulasi;
-
penipuan;
-
doxxing;
-
pelecehan;
-
ancaman;
-
penyebaran informasi berbahaya secara sengaja;
-
membuat akun untuk menghindari sanksi;
-
eksploitasi anggota.
Tindakan:
-
pembatasan akun;
-
penangguhan;
-
penghapusan konten;
-
pencabutan hak tertentu;
-
investigasi internal;
-
tindakan lebih lanjut sesuai kondisi.
Level 4 — Pelanggaran Sangat Berat
Termasuk tindakan yang secara serius mengancam keselamatan, martabat, keamanan, atau keberlangsungan komunitas, seperti:
-
kekerasan;
-
ancaman serius;
-
pelecehan seksual berat;
-
penipuan serius;
-
pemerasan;
-
eksploitasi;
-
penyalahgunaan kepercayaan secara berat;
-
tindakan ilegal serius;
-
ancaman terhadap keselamatan anggota.
Tindakan dapat berupa:
-
penghentian akses segera;
-
penghapusan akun;
-
pemutusan hubungan dengan komunitas;
-
dokumentasi internal;
-
tindakan lain yang diperlukan sesuai hukum dan keselamatan pihak terkait.
XXVII. PRINSIP SANKSI
Sanksi harus:
-
proporsional;
-
konsisten;
-
dapat dijelaskan;
-
berdasarkan fakta;
-
tidak diskriminatif;
-
tidak digunakan untuk balas dendam;
-
mempertimbangkan keselamatan;
-
mempertimbangkan kemungkinan pemulihan.
Sanksi bukan alat untuk mempermalukan seseorang.
Sanksi adalah alat untuk:
-
menghentikan kerugian;
-
melindungi anggota;
-
menjaga ruang;
-
mempertanggungjawabkan perilaku;
-
mencegah pengulangan.
XXVIII. TINDAKAN DARURAT
Dalam situasi yang berpotensi menimbulkan bahaya serius, moderator dapat mengambil tindakan sementara tanpa menunggu seluruh proses selesai.
Contohnya:
-
menyembunyikan konten;
-
membatasi akun;
-
menghentikan interaksi;
-
mengunci thread;
-
menangguhkan akun;
-
mengamankan bukti.
Setelah kondisi aman, keputusan tersebut tetap perlu dievaluasi.
Keselamatan didahulukan, proses menyusul.
XXIX. SISTEM PELAPORAN
Jika menemukan pelanggaran:
-
jangan memperbesar konflik;
-
jangan membalas dengan pelanggaran;
-
gunakan fitur laporan atau kanal resmi;
-
jelaskan apa yang terjadi;
-
sertakan bukti jika tersedia;
-
hindari menyebarkan bukti ke publik;
-
biarkan moderator melakukan pemeriksaan.
Laporan palsu yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan orang lain juga merupakan pelanggaran.
XXX. PROSES PENANGANAN LAPORAN
Secara umum:
Laporan → Pemeriksaan Awal → Pengumpulan Informasi → Klarifikasi → Penilaian → Keputusan → Tindakan → Dokumentasi → Evaluasi.
Dalam kondisi darurat, tindakan perlindungan dapat dilakukan terlebih dahulu.
Tidak semua laporan harus berakhir dengan hukuman.
Jika tidak ditemukan pelanggaran, laporan dapat ditutup.
XXXI. HAK ANGGOTA
Setiap anggota berhak:
-
mendapatkan ruang yang aman;
-
diperlakukan dengan hormat;
-
mendapatkan perlakuan yang adil;
-
menyampaikan pendapat;
-
mengajukan pertanyaan;
-
membuat thread sesuai aturan;
-
mengikuti diskusi;
-
belajar dan berkembang;
-
mengajukan ide;
-
menawarkan kolaborasi;
-
melaporkan pelanggaran;
-
mendapatkan penjelasan atas tindakan moderasi sejauh memungkinkan;
-
mengajukan keberatan atau banding;
-
menarik diri dari interaksi tertentu;
-
menjaga batas pribadi.
XXXII. KEWAJIBAN ANGGOTA
Setiap anggota berkewajiban:
-
menghormati manusia lain;
-
mematuhi aturan;
-
menjaga keamanan ruang;
-
menjaga privasi;
-
menjaga kerahasiaan cerita;
-
bertanggung jawab atas konten yang dibuat;
-
tidak menyalahgunakan forum;
-
tidak melakukan manipulasi;
-
tidak merugikan anggota lain;
-
membantu menjaga budaya forum;
-
menghormati moderator selama moderator menjalankan tugas secara adil;
-
melaporkan masalah yang serius;
-
bersedia memperbaiki kesalahan.
XXXIII. HAK DAN TANGGUNG JAWAB MODERATOR
Moderator memiliki hak untuk:
-
mengatur percakapan;
-
menghapus atau menyembunyikan konten;
-
memindahkan thread;
-
memberi peringatan;
-
membatasi akun;
-
menutup diskusi;
-
menjatuhkan sanksi sesuai kewenangan.
Namun moderator wajib:
-
memiliki dasar yang jelas;
-
bertindak proporsional;
-
tidak menyalahgunakan kewenangan;
-
tidak memihak karena kedekatan;
-
menjaga kerahasiaan;
-
bersedia dievaluasi;
-
mendokumentasikan keputusan penting.
Jabatan moderator bukan hak untuk melakukan apa saja.
XXXIV. KONFLIK DAN PERSELISIHAN
Ketika konflik terjadi, gunakan urutan:
Cari kebenaran → Jaga martabat → Klarifikasi → Dengarkan semua pihak → Dialog → Cari solusi → Pulihkan → Belajar.
Hindari:
-
membentuk kubu;
-
menyebarkan gosip;
-
melakukan serangan personal;
-
mengajak orang lain menyerang;
-
mempermalukan;
-
membalas pelanggaran dengan pelanggaran;
-
menggunakan jabatan untuk memenangkan konflik.
Prinsip utama:
Perbaikan lebih utama daripada penghukuman.
Namun prinsip ini tidak berarti pelanggaran harus dibiarkan.
Jika keselamatan atau keamanan terancam, tindakan perlindungan harus didahulukan.
XXXV. BANDing DAN KEBERATAN
Setiap anggota yang merasa mendapatkan tindakan moderasi secara tidak tepat dapat mengajukan keberatan melalui mekanisme resmi.
Keberatan sebaiknya berisi:
-
tindakan yang dipermasalahkan;
-
alasan keberatan;
-
konteks;
-
bukti jika ada.
Keberatan tidak boleh digunakan untuk:
-
mengancam moderator;
-
menyerang pelapor;
-
mengulang spam;
-
mengajak anggota melakukan tekanan massal.
Keputusan banding harus mempertimbangkan fakta dan prinsip yang sama secara konsisten.
XXXVI. KEADILAN DALAM MODERASI
Temansevisi tidak membenarkan:
-
membela teman karena kedekatan;
-
menghukum seseorang karena tidak disukai;
-
memberi perlakuan khusus karena status;
-
mengabaikan pelanggaran orang yang dianggap penting;
-
menghukum orang lain karena popularitasnya.
Adil sebelum berpihak.
XXXVII. PEDOMAN UNTUK ADMIN DAN PENGELOLA
Pengelola forum wajib menjaga:
-
arah forum;
-
keamanan;
-
privasi;
-
dokumentasi;
-
keberlanjutan;
-
transparansi;
-
konsistensi aturan;
-
kualitas pengalaman pengguna.
Pengelola tidak boleh menggunakan data, jabatan, akses, atau kepercayaan anggota untuk kepentingan pribadi yang merugikan.
XXXVIII. PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI
Data anggota hanya boleh digunakan sesuai tujuan yang sah dan kebutuhan pengelolaan forum.
Pengelola harus menghindari pengumpulan data yang tidak diperlukan.
Prinsipnya:
Ambil seperlunya → gunakan semestinya → lindungi sebaik-baiknya → jangan salahgunakan.
XXXIX. KONTEN YANG TIDAK PERLU LANGSUNG DIHUKUM
Tidak semua konten yang kurang ideal merupakan pelanggaran.
Moderator dapat memilih pendekatan edukatif untuk:
-
pertanyaan sederhana;
-
pendapat yang keliru tetapi tidak berbahaya;
-
salah kategori;
-
tulisan yang kurang rapi;
-
perbedaan perspektif;
-
kesalahan informasi yang tidak disengaja;
-
komentar yang kurang sensitif tetapi masih dapat diperbaiki.
Tujuannya adalah membangun budaya, bukan menciptakan ketakutan.
XL. KAPAN MODERATOR HARUS TEGAS
Moderator harus lebih tegas ketika:
-
ada korban;
-
ada ancaman;
-
ada pelecehan;
-
ada penipuan;
-
ada eksploitasi;
-
ada pelanggaran privasi;
-
ada tindakan berulang;
-
pelaku tidak menunjukkan itikad memperbaiki;
-
risiko terhadap anggota lain tinggi.
Ruang aman tidak berarti ruang tanpa batas.
XLI. PRINSIP "KURANGI KERUSAKAN"
Jika moderator menghadapi situasi yang belum pernah diatur secara spesifik, gunakan prinsip:
-
lindungi keselamatan manusia;
-
lindungi martabat manusia;
-
cegah kerusakan yang lebih luas;
-
pilih tindakan yang paling proporsional;
-
dokumentasikan keputusan;
-
evaluasi apakah aturan perlu diperbaiki.
Dengan demikian, forum tetap dapat menangani situasi baru tanpa harus menunggu setiap kemungkinan memiliki aturan tertulis.
XLII. JIKA ADA HAL YANG BELUM DIATUR
Tidak adanya aturan yang secara eksplisit menyebut suatu tindakan bukan berarti tindakan tersebut otomatis diperbolehkan.
Jika suatu tindakan:
-
membahayakan manusia;
-
melanggar privasi;
-
merusak kepercayaan;
-
mengeksploitasi anggota;
-
merusak forum;
-
bertentangan dengan nilai dasar Temansevisi;
maka pengelola dapat mengambil tindakan yang wajar dan proporsional berdasarkan semangat piagam ini.
Setiap kasus baru yang penting dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki aturan di masa depan.
XLIII. PRINSIP KEPUTUSAN
Dalam mengambil keputusan, gunakan urutan pertimbangan:
Nilai → Keselamatan → Martabat → Fakta → Dampak → Keadilan → Keberlanjutan.
Jika dua kepentingan bertabrakan, keselamatan dan martabat manusia menjadi prioritas utama.
XLIV. UKURAN KEBERHASILAN FORUM
Forum tidak terutama dinilai dari:
-
jumlah posting;
-
jumlah komentar;
-
jumlah anggota;
-
jumlah like;
-
jumlah views;
-
viralitas.
Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah:
-
apakah manusia merasa diterima;
-
apakah anggota bertumbuh;
-
apakah hubungan menjadi lebih bermakna;
-
apakah dialog menjadi lebih sehat;
-
apakah kepercayaan meningkat;
-
apakah kolaborasi muncul;
-
apakah kepedulian berubah menjadi kontribusi;
-
apakah muncul dampak nyata;
-
apakah budaya baik dapat diwariskan.
XLV. INDIKATOR KESEHATAN FORUM
Forum perlu dievaluasi secara berkala terhadap risiko berikut:
Risiko 1 — Forum menjadi tempat nongkrong saja
Tanda:
-
banyak interaksi tetapi minim pembelajaran;
-
tidak ada diskusi bermakna;
-
tidak ada perkembangan.
Respons:
-
memperkuat thread reflektif;
-
diskusi;
-
pembelajaran;
-
kolaborasi;
-
aksi.
Risiko 2 — Forum menjadi tempat curhat saja
Tanda:
-
semua ingin didengar;
-
sedikit yang mau mendengar;
-
tidak ada proses pertumbuhan.
Respons:
Cerita → Dipahami → Direfleksikan → Dipelajari → Bergerak.
Risiko 3 — Diskusi tanpa aksi
Tanda:
-
banyak gagasan;
-
banyak keluhan;
-
sedikit tindakan.
Respons:
-
membuat ruang kolaborasi;
-
membuat proyek;
-
menghubungkan orang;
-
mengubah gagasan menjadi aksi.
Risiko 4 — Founder Syndrome
Tanda:
-
semua keputusan bergantung pada satu orang;
-
forum tidak berjalan tanpa founder;
-
anggota tidak berkembang menjadi penggerak.
Respons:
-
dokumentasi;
-
delegasi;
-
mentoring;
-
regenerasi;
-
pembagian kewenangan.
Risiko 5 — Budaya komunitas melemah
Tanda:
-
gosip;
-
kubu-kubuan;
-
konflik;
-
anggota merasa tidak aman;
-
anggota baik mulai pergi.
Respons:
-
evaluasi budaya;
-
mediasi;
-
penguatan moderator;
-
perbaikan aturan;
-
tindakan terhadap pelanggaran.
Risiko 6 — Forum kehilangan arah
Tanda:
-
aktivitas banyak tetapi tidak jelas tujuannya;
-
konten semakin jauh dari identitas;
-
keberhasilan hanya diukur melalui aktivitas.
Respons:
kembali kepada:
manusia → hubungan → pertumbuhan → kolaborasi → kontribusi → dampak.
XLVI. REGENERASI
Forum tidak boleh bergantung pada satu orang.
Setiap anggota memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi:
Anggota → Kontributor → Fasilitator/Moderator → Penggerak → Pemimpin → Mentor.
Regenerasi dilakukan melalui:
-
pelibatan;
-
pendampingan;
-
pemberian kesempatan;
-
pemberian tanggung jawab bertahap;
-
evaluasi;
-
transfer pengetahuan;
-
dokumentasi.
Jabatan bukan tujuan.
Pertumbuhan manusia adalah tujuan.
XLVII. PERUBAHAN ATURAN
Aturan forum dapat diperbarui ketika:
-
muncul risiko baru;
-
teknologi berubah;
-
pola interaksi berubah;
-
terdapat celah aturan;
-
terdapat kebutuhan baru;
-
pengalaman menunjukkan aturan tidak efektif.
Perubahan harus tetap menjaga:
-
martabat manusia;
-
keselamatan;
-
integritas;
-
keadilan;
-
keberlanjutan;
-
arah Temansevisi.
Aturan boleh berubah.
Nilai dasar tidak boleh berubah hanya karena tren sesaat.
XLVIII. URUTAN PRIORITAS FORUM
Jika terjadi benturan kepentingan, gunakan prioritas berikut:
1. Keselamatan manusia
↓
2. Martabat dan hak manusia
↓
3. Keamanan dan kepercayaan
↓
4. Keadilan
↓
5. Nilai dan tujuan Temansevisi
↓
6. Kualitas hubungan dan dialog
↓
7. Pertumbuhan dan pembelajaran
↓
8. Kenyamanan dan kepentingan aktivitas
Semakin tinggi posisinya, semakin besar prioritasnya.
XLIX. JANJI BERSAMA PENGGUNA FORUM
Dengan bergabung dan beraktivitas di Forum Temansevisi, saya memahami bahwa saya bukan hanya pengguna ruang, tetapi juga bagian dari orang-orang yang membentuk ruang tersebut.
Saya berkomitmen untuk:
menghormati manusia, menjaga kepercayaan, bertanggung jawab atas perkataan dan tindakan, terbuka untuk belajar, menghargai perbedaan, menjaga privasi, tidak menyalahgunakan ruang, serta berusaha membuat kehadiran saya membawa manfaat bagi orang lain.
Saya memahami bahwa kebebasan berbicara berjalan bersama tanggung jawab.
Saya memahami bahwa ruang aman bukan ruang tanpa aturan.
Saya memahami bahwa bertumbuh bukan berarti selalu benar.
Saya memahami bahwa berbeda bukan berarti bermusuhan.
Saya memahami bahwa kontribusi tidak harus besar.
Dan saya memahami bahwa forum ini akan menjadi sebaik budaya yang kami bangun bersama.
L. KALIMAT PENGINGAT
Jika kamu bingung apakah sesuatu pantas dilakukan di forum, ingat tujuh pertanyaan ini:
Apakah ini aman?
Apakah ini menghormati manusia?
Apakah ini jujur?
Apakah ini bermanfaat?
Apakah ini memperkuat hubungan?
Apakah ini bertanggung jawab?
Apakah ini masih baik jika dilakukan banyak orang dan diwariskan ke generasi berikutnya?
Jika jawabannya tidak, berhenti sejenak sebelum melanjutkan.
LI. PENUTUP
Forum Temansevisi tidak dibangun untuk menjadi ruang internet yang paling ramai.
Forum ini dibangun untuk menjadi ruang yang memiliki arti.
Tempat seseorang dapat datang tanpa harus berpura-pura sempurna.
Tempat seseorang dapat belajar tanpa takut dianggap bodoh.
Tempat seseorang dapat berbeda tanpa harus bermusuhan.
Tempat seseorang dapat bercerita tanpa dipermalukan.
Tempat seseorang dapat menemukan teman seperjalanan.
Tempat gagasan dapat bertemu.
Tempat hubungan dapat tumbuh.
Tempat kepedulian dapat berubah menjadi aksi.
Dan tempat kebaikan tidak berhenti pada satu generasi.
Karena pada akhirnya, tujuan Forum Temansevisi bukan sekadar membuat orang lebih aktif di internet.
Tujuannya adalah membantu manusia menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan bersama manusia lainnya.
Tumbuh. Terhubung. Berkontribusi. Berdampak.
Bersama-sama membangun budaya kebaikan yang dapat diwariskan.