<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>        <rss version="2.0"
             xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
             xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
             xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
             xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
             xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
             xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
        <channel>
            <title>
									forum temansevisi Forum - Recent Posts				            </title>
            <link>https://temansevisi.my.id/community/</link>
            <description>forum temansevisi Discussion Board</description>
            <language>en-US</language>
            <lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2026 23:59:39 +0000</lastBuildDate>
            <generator>wpForo</generator>
            <ttl>60</ttl>
							                    <item>
                        <title>RE: Masih Sulit Buat Ikhlas</title>
                        <link>https://temansevisi.my.id/community/ingin-didengar/masih-sulit-buat-ikhlas/#post-68</link>
                        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 14:02:27 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[Mungkin, aku termasuk orang yang masih terikat pada masa lalu.
Kadang saat aku terdiam dan merenung ... aku selalu berkata &quot;Aku merindukan masa itu.&quot;
Namun hidup terus berjalan, kita tak b...]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin, aku termasuk orang yang masih terikat pada masa lalu.</p>
<p>Kadang saat aku terdiam dan merenung ... aku selalu berkata "Aku merindukan masa itu."</p>
<p>Namun hidup terus berjalan, kita tak bisa terlalu lama terbelenggu pada hal lalu. Meski jujur sulit bagiku untuk melepas apa yang sudah tak lagi berpihak padaku. </p>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://temansevisi.my.id/community/"></category>                        <dc:creator>malaikatsubuh</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://temansevisi.my.id/community/ingin-didengar/masih-sulit-buat-ikhlas/#post-68</guid>
                    </item>
				                    <item>
                        <title>RE: Isi Kepalaku Lagi Ramai</title>
                        <link>https://temansevisi.my.id/community/ingin-didengar/isi-kepalaku-lagi-ramai/#post-67</link>
                        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 12:08:22 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[Kata orang, mending gak usah dicari tahu daripada sakit hati.
Di aku tuh bener juga.
Aku punya akun sosial media yang terakhir kali update bulan 4 tahun ini, yang kupikir setelah kubuka mi...]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<p>Kata orang, mending gak usah dicari tahu daripada sakit hati.</p>
<p>Di aku tuh bener juga.</p>
<p>Aku punya akun sosial media yang terakhir kali update bulan 4 tahun ini, yang kupikir setelah kubuka minimal ada yang nanya "kamu kemana?".</p>
<p>Ternyata nihil, gak ada sama sekali. </p>
<p>Agaknya <em>nyesss</em> gitu di hati kayak ... oh ternyata aku emang gak sepenting itu ya di dunia ini? Bahkan ketika aku menghilang pun kayaknya gak ada yang benar-benar peduli.</p>
<p>Jadi ketika hariku di dunia telah berakhir pun, mereka hanya menangisiku satu menit lalu menjalani 365 hari berikutnya dengan biasa saja.</p>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://temansevisi.my.id/community/"></category>                        <dc:creator>malaikatsubuh</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://temansevisi.my.id/community/ingin-didengar/isi-kepalaku-lagi-ramai/#post-67</guid>
                    </item>
				                    <item>
                        <title>Tentang Temansevisi</title>
                        <link>https://temansevisi.my.id/community/informasi-dan-tentang-temansevisi/tentang-temansevisi/#post-66</link>
                        <pubDate>Sat, 26 Sep 2026 21:05:16 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[TENTANG TEMANSEVISI
Temansevisi adalah komunitas anak muda untuk bertemu, bertumbuh, dan melakukan hal-hal baik bersama.
Sederhananya, Temansevisi adalah tempat untuk menemukan teman seper...]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<h1>TENTANG TEMANSEVISI</h1>
<p>Temansevisi adalah komunitas anak muda untuk bertemu, bertumbuh, dan melakukan hal-hal baik bersama.</p>
<p>Sederhananya, Temansevisi adalah tempat untuk menemukan teman seperjalanan, belajar bersama, mencoba sesuatu, saling membantu, dan mengubah niat baik menjadi tindakan nyata.</p>
<h2>Kenapa Temansevisi ada?</h2>
<p>Tidak semua orang kekurangan niat baik. Banyak orang sebenarnya ingin melakukan sesuatu, tetapi bingung harus mulai dari mana, tidak punya teman untuk berjalan bersama, tidak tahu caranya, atau tidak menemukan ruang yang cocok.</p>
<p>Di sisi lain, kebaikan sering berhenti pada niat, keluhan, atau satu kegiatan saja.</p>
<p>Temansevisi ingin membantu menghubungkan semuanya: manusia, teman, gagasan, kebutuhan, kemampuan, kesempatan, sumber daya, dan aksi.</p>
<p>Karena kami percaya:</p>
<p><strong>“Kebaikan tidak harus berjalan sendirian.”</strong></p>
<h2>Apa yang dilakukan Temansevisi?</h2>
<p>Temansevisi tidak hanya membuat acara.</p>
<p>Kami membuat ruang dan kegiatan yang membantu orang:</p>
<p><strong>Terhubung</strong> — bertemu orang lain, membangun pertemanan, dan menemukan rasa memiliki.</p>
<p><strong>Bertumbuh</strong> — belajar, berdiskusi, mencoba, mendapatkan pengalaman, dan mengembangkan kemampuan.</p>
<p><strong>Berkontribusi</strong> — menggunakan waktu, tenaga, pengetahuan, kemampuan, ide, atau sumber daya untuk memberi manfaat.</p>
<p><strong>Menggerakkan</strong> — tidak hanya ikut, tetapi mulai mengambil inisiatif, mengajak orang lain, membentuk tim, dan menjalankan sesuatu.</p>
<p><strong>Meneruskan</strong> — membagikan pengalaman, pengetahuan, kesempatan, hubungan, dan kebaikan kepada orang lain agar tidak berhenti pada satu orang atau satu kegiatan.</p>
<p>Jadi, seseorang tidak harus langsung menjadi penggerak. Bisa dimulai dari datang, berkenalan, mencoba, belajar, lalu perlahan mengambil peran.</p>
<h2>Kegiatan Temansevisi seperti apa?</h2>
<p>Bentuk kegiatannya dapat berubah sesuai kebutuhan.</p>
<p>Misalnya:</p>
<ul>
<li>
<p>ruang cerita dan pertemanan;</p>
</li>
<li>
<p>diskusi dan belajar bersama;</p>
</li>
<li>
<p>kegiatan pengembangan kemampuan;</p>
</li>
<li>
<p>kegiatan kreatif;</p>
</li>
<li>
<p>kegiatan sosial dan kemanusiaan;</p>
</li>
<li>
<p>kegiatan lingkungan;</p>
</li>
<li>
<p>proyek atau kegiatan bersama;</p>
</li>
<li>
<p>volunteering;</p>
</li>
<li>
<p>kolaborasi dengan komunitas atau pihak lain;</p>
</li>
<li>
<p>mentoring dan berbagi pengalaman.</p>
</li>
</ul>
<p>Tidak semua kegiatan positif harus menjadi kegiatan Temansevisi. Setiap kegiatan harus memiliki tujuan yang jelas, sesuai dengan arah Temansevisi, melibatkan manusia sebagai pelaku, memperhatikan keamanan, dan memiliki sesuatu yang bernilai untuk ditinggalkan atau diteruskan.</p>
<h2>Apakah Temansevisi hanya untuk orang yang sudah aktif?</h2>
<p>Tidak.</p>
<p>Kamu boleh datang sebagai peserta, ikut kegiatan, menjadi relawan, bergabung dalam tim, mengusulkan kegiatan, menjadi penggerak, menjadi mentor, menjadi mitra, atau mengambil bentuk keterlibatan lain.</p>
<p>Kamu juga boleh mengurangi keterlibatan, beristirahat, berhenti, berpindah kegiatan, atau kembali lagi.</p>
<p>Tidak aktif sementara bukan berarti gagal.</p>
<p>Namun, jika seseorang sudah memilih suatu tanggung jawab, tanggung jawab tersebut tetap perlu dijalankan. Jika tidak mampu, komunikasikan. Jika keadaan berubah, bicarakan dan sesuaikan perannya.</p>
<p><strong>Kontribusi tidak harus besar. Yang penting, tanggung jawab terhadap bagian yang dipilih dihargai.</strong></p>
<h2>Apakah harus menjadi anggota?</h2>
<p>Tidak.</p>
<p>Temansevisi memiliki ekosistem yang lebih luas daripada anggota saja. Seseorang dapat berinteraksi sebagai peserta, relawan, penggerak, mentor, mitra, alumni, atau bentuk keterlibatan lainnya.</p>
<p>Menjadi bagian dari Temansevisi bukan berarti mendapatkan tempat untuk sekadar menerima. Kami ingin membangun budaya saling memberi dan saling menguatkan.</p>
<h2>Apa yang dijaga di Temansevisi?</h2>
<p>Temansevisi ingin menjadi ruang yang aman, sehat, dan bermakna.</p>
<p>Karena itu, kebencian, diskriminasi, manipulasi, eksploitasi, kekerasan, pelecehan, penyalahgunaan kekuasaan, kultus individu, dan penggunaan komunitas untuk kepentingan pribadi yang bertentangan dengan arah bersama tidak menjadi bagian dari Temansevisi.</p>
<p>Kami juga tidak ingin Temansevisi bergantung pada satu orang.</p>
<p>Orang boleh datang dan pergi. Jabatan dapat berganti. Kegiatan dapat berubah. Cara kerja dapat berkembang.</p>
<p>Yang harus tetap dijaga adalah <strong>nilai, hubungan, pengetahuan, kapasitas, dan kebaikan yang layak diteruskan.</strong></p>
<h2>Jadi, sebenarnya Temansevisi itu apa?</h2>
<p>Kalau harus dijelaskan dalam satu kalimat:</p>
<p><strong>Temansevisi adalah tempat anak muda bertemu, bertumbuh, dan melakukan kebaikan bersama, lalu membantu kebaikan tersebut terus bergerak melalui orang lain.</strong></p>
<p>Tidak harus menjadi anggota tetap.<br />Tidak harus selalu aktif.<br />Tidak harus punya kemampuan hebat.<br />Tidak harus memiliki tujuan hidup yang sama.</p>
<p>Yang penting, ada kemauan untuk terhubung, belajar, berkontribusi, dan melakukan sesuatu yang baik bersama.</p>
<p><strong>Tumbuh. Terhubung. Berdampak.</strong></p>
<p><strong>Tempat Pulang Kita.</strong></p>
<hr />
<p><strong>Masih bingung tentang Temansevisi? Punya pertanyaan, kritik, saran, atau ingin mengetahui cara terlibat?</strong></p>
<p>Sampaikan di kolom komentar forum <a href="https://temansevisi.my.id/?utm_source=chatgpt.com">temansevisi.my.id</a> atau langsung hubungi admin melalui <a href="https://www.instagram.com/temansevisi/?utm_source=chatgpt.com">Instagram Temansevisi</a>.</p>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://temansevisi.my.id/community/"></category>                        <dc:creator>admin</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://temansevisi.my.id/community/informasi-dan-tentang-temansevisi/tentang-temansevisi/#post-66</guid>
                    </item>
				                    <item>
                        <title>RE: Cerita Apa Aja, Cerita Aja</title>
                        <link>https://temansevisi.my.id/community/ingin-didengar/mulai-cerita-dari-sini/#post-62</link>
                        <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 13:14:15 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[aku benci dengan pidato prabowo. Bisa dak ya kalau dia ngomong tidak asbun]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<p>aku benci dengan pidato prabowo. Bisa dak ya kalau dia ngomong tidak asbun</p>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://temansevisi.my.id/community/"></category>                        <dc:creator>qoisbukanprabowo</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://temansevisi.my.id/community/ingin-didengar/mulai-cerita-dari-sini/#post-62</guid>
                    </item>
				                    <item>
                        <title>RE: Hari Ini Aku Bangga Sama Diriku</title>
                        <link>https://temansevisi.my.id/community/ingin-merayakan/hari-ini-aku-bangga-sama-diriku/#post-61</link>
                        <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 08:25:57 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[aku pikir 24 jam itu adalah waktu yang kurang dalam 1 hari, tapi setelah kusadari 24jam adalah waktu yang cukup ketika kita tau mengaturnya. 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 5 jam mencari hal b...]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<p>aku pikir 24 jam itu adalah waktu yang kurang dalam 1 hari, tapi setelah kusadari 24jam adalah waktu yang cukup ketika kita tau mengaturnya. 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 5 jam mencari hal baru, 3 jam bahkan kurang dari 3 jam kamu mampu untuk mengenal hal baik dalam hidupmu.  ketika aku tau konsep ini awalnya memang sulit untuk di kerjakan banyak pelanggaran yang selalu aku lakukan, menyalahkan diri sendiri pasti ada. tapi bagaimana komitmen dan konsisten setiap harinya untuk terus memperbaiki itu sudah lebih dari cukup. kebanggaan ku hari ini masih mampu untuk melakukan komitmen dan konsisten itu setiap harinya. </p>
<p>aturan yang paling susah untuk kita lakukan adalah ketika mengatur diri sendiri. </p>
<p>di pekerjaan terlambat gaji terpotong</p>
<p>di diri kita bangun terlalu siang, kita kehilangan nikmat pagi yang tuhan berikan dimana indahnya mentari pagi yang mulai terbit atau sekedar kehabisan bumbu masakan yang ludes di pasar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://temansevisi.my.id/community/"></category>                        <dc:creator>Raraaau</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://temansevisi.my.id/community/ingin-merayakan/hari-ini-aku-bangga-sama-diriku/#post-61</guid>
                    </item>
				                    <item>
                        <title>RE: Hari Ini Aku Bangga Sama Diriku</title>
                        <link>https://temansevisi.my.id/community/ingin-merayakan/hari-ini-aku-bangga-sama-diriku/#post-60</link>
                        <pubDate>Sun, 23 Aug 2026 16:08:06 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[Kamu hebat sudah berani mencoba. Tidak semua orang memiliki keberanian sepertimu. Semangat yaaa.. semoga setiap langkahmu dimudahkan. Dan setiap mimpimu tercapai.&#x263a;&#xfe0f;]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Kamu hebat sudah berani mencoba. Tidak semua orang memiliki keberanian sepertimu. Semangat yaaa.. semoga setiap langkahmu dimudahkan. Dan setiap mimpimu tercapai.&#x263a;&#xfe0f;]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://temansevisi.my.id/community/"></category>                        <dc:creator>Aliya Raisa Zainab</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://temansevisi.my.id/community/ingin-merayakan/hari-ini-aku-bangga-sama-diriku/#post-60</guid>
                    </item>
				                    <item>
                        <title>RE: Quarter Life Crisis: Ketika Hidup di Seperempat Abad Menjadi Begitu Berat</title>
                        <link>https://temansevisi.my.id/community/pendidikan-pengembangan-diri/quarter-life-crisis-ketika-hidup-di-seperempat-abad-menjadi-begitu-berat/#post-58</link>
                        <pubDate>Wed, 12 Aug 2026 11:12:13 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[Gue pekerja rumahan, kalau bahasa sekarang freelance lah kali ya? 
Sebagai laki-laki memang pekerjaan gue lebih banyak di rumah, baik yang menghasilkan duit atau cuma bantu-bantu orang ruma...]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<p>Gue pekerja rumahan, kalau bahasa sekarang freelance lah kali ya? </p>
<p>Sebagai laki-laki memang pekerjaan gue lebih banyak di rumah, baik yang menghasilkan duit atau cuma bantu-bantu orang rumah. </p>
<p>Gue gak iri dengan sahabat gue yang punya karir masing-masing, tapi gue sering bertanya-tanya ke diri gue sendiri, </p>
<p><em>"Kira-kira mau sampai kapan lo begini?" </em></p>
<p>Gue gak bisa jelasin detail apa job gue, pastinya gue selalu dibayar perprojek dan penghasilannya lumayan besar, sampai sekarang pun gue hampir jarang nganggur karena orang-orang udah tahu gue jadinya mereka banyak minta gue ngerjain projek mereka. </p>
<p>Cuma gue sempat berhenti bentar di depan komputer gue. </p>
<p>Sampai kapan ya gue begini? </p>
<p>Di rumah gue, gue memang pencari nafkah utama. Nyokap gue tadinya jualan makanan katering tapi gue minta beliau berhenti karena gue kasihan, beliau gampang capek. Toh gue juga punya penghasilan.</p>
<p>Biaya sekolah dan jajan adek gue juga gue yang tanggung, tapi gue gak bisa bilang diri gue sebagai sandwich gen, karena ini emang permintaan dan kesadaran gue sendiri. </p>
<p>Cuma ya, mungkin ada yang pernah ngerasain gini juga. </p>
<p>Ada rasa 'kosong' di diri gue. Padahal semuanya serba cukup. Gue pikir juga gak ada yang kurang di hidup gue. </p>
<p>Sampai akhirnya pertanyaan-pertanyaan gak penting jadi gue pikirin, padahal gak penting-penting amat. </p>
<p>Biasanya sih gue ambil waktu buat rehat. Lo bayangin aja hampir 24 jam gue di depan komputer, sesekali keluar kamar buat ngecek orang rumah, makan, beres-beres, terus balik kerja lagi.  {pear}:laughingoutloud:  </p>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://temansevisi.my.id/community/"></category>                        <dc:creator>akulaharjunAAAA</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://temansevisi.my.id/community/pendidikan-pengembangan-diri/quarter-life-crisis-ketika-hidup-di-seperempat-abad-menjadi-begitu-berat/#post-58</guid>
                    </item>
				                    <item>
                        <title>RE: Cerita Apa Aja, Cerita Aja</title>
                        <link>https://temansevisi.my.id/community/ingin-didengar/mulai-cerita-dari-sini/#post-57</link>
                        <pubDate>Wed, 12 Aug 2026 10:35:32 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[Bapak gue mendua. 
Ralat, dia bukan bapak gue lagi. Gelar itu gak pantes buat orang yang udah menduakan seorang wanita yang dia bilang akan dicintai sampai akhir hayat, nyatanya dia memilih...]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<p>Bapak gue mendua. </p>
<p>Ralat, dia bukan bapak gue lagi. Gelar itu gak pantes buat orang yang udah menduakan seorang wanita yang dia bilang akan dicintai sampai akhir hayat, nyatanya dia memilih orang lain dan meninggal dengan orang itu pula. </p>
<p>Apakah di kematiannya gue nangis atau menyesal?</p>
<p>Gak sama sekali. </p>
<p>Gue datang ke makam dia tanpa mengantarkannya, menatap nisan dalam bisu, lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata atau berpikir sesuatu tentang orang yang sudah ditanam itu. </p>
<p>Amarah gue udah cukup memupuk ketika tahu dia mendua dan menceraikan nyokap gue, yang ternyata alasan dia ingin berpisah karena sudah menemukan pujaan hati yang sesuai tipenya atau apalah, persetan. </p>
<p>Entah bagaimana anak haram mereka datang ke rumah gue dan nyokap. </p>
<p>Mereka dua orang, laki-laki sekitar 5 tahun saat itu dan perempuan berusia 3 tahun. </p>
<p>Keluarga jalang itu gak mau ngurusin anak hasil hubungan gelap ini, keluarga bokap apalagi. Mereka cuma mau harta bokap yang mana akhirnya tetap gue yang pegang kendali karena gue satu-satunya anak lelaki hasil hubungan sah secara hukum dan agama. </p>
<p>Dengan harta yang memang jadi milik gue dan nyokap, gue diberikan dua anak gak jelas yang harus tinggal di rumah gue juga. </p>
<p><em>"Ya udah gak papa, kasihan. Mereka masih kecil gak tahu apa-apa."</em></p>
<p>Nyokap gue emang baik, saking baiknya beliau gak marah ketika diduakan. </p>
<p>Saat anak-anak tidak jelas itu datang ke rumah kami? Beliau juga tak marah, malah mengasihani dan bersedia merawat mereka. </p>
<p>Gue saat itu masih sangat muda, mungkin belasan tahun, tapi gue udah menyimpan dendam begitu kuat pada anak-anak itu. </p>
<p>Apalagi si anak perempuan ... sangat mirip dengan si jalang itu. </p>
<p>Tentu gue gak menerima mereka gitu aja. Si anak lelaki tidak banyak bicara tapi menuruti apa yang nyokap gue katakan, bahkan sangat sopan untuk anak yang tidak dididik adab. Sementara si perempuan cukup manja, mungkin dimanjain bapaknya dulu, entahlah. </p>
<p>Namun semakin lama gue lihat mereka di rumah, semakin gue muak. </p>
<p>Ada satu masa dimana si anak perempuan datang ke kamar gue. Dia mengetuk, tapi gak gue respon karena saat itu gue lagi fokus main game. Entah gimana dia tiba-tiba masuk dan nyodorin bonekanya, ngajak gue main juga, tapi gue yang langsung naik pitam gegara dia masuk tanpa gue pinta, gue teriakkin sekencang-kencangnya sampai dia nangis dan keluar kamar. </p>
<p>Dia gak nangis histeris kayak anak seusianya, dia cuma nangis berlinang air mata sambil meluk boneka beruang pinknya kalau gak salah gue ingat. </p>
<p>Nyokap awalnya ngomong lembut ke gue, menasehati gue kalau anak perempuan itu gak boleh dikasarin dan kata-kata yang mengarah bahwa dia "adik gue" makin bikin gue muak. Gue gak keluar kamar selama beberapa hari karena marah dengan nyokap, terlalu membela anak gak jelas itu.</p>
<p>Beberapa hari gue gak keluar kamar, gue juga gak komunikasi sama nyokap. Makan pun enggan. </p>
<p>Sampai ada hari dimana gue mendengar suara kekhawatiran nyokap yang ngetuk pintu kamar dengan harapan yang hampir hilang. Untuk pertama kalinya pintu gue buka setelah beberapa hari dan nyokap bilang, bocah itu gak pulang dari pagi sementara di luar hujan lebat barengan angin ribut. </p>
<p>Gue awalnya flat aja pas dengar omongan nyokap, tapi karena ini nyokap gue, yang khawatir sama mereka, gue akhirnya turun dengan dua payung--satu untuk gue, satunya untuk dua anak kecil itu. </p>
<p>Jelas aja gue ngomel di dalam hati, turun ke jalan pas hujan lebat dan angin kencang sambil nyari anak yang nyusahin satu rumah. </p>
<p>Entah kenapa, gue langsung ketemu mereka. </p>
<p>Duduk di depan warung yang udah tutup. Si cewek pake jas hujan abangnya yang jelas kebesaran di badan dia, sementara si abang cuma diem sambil mandangin rintik-rintik air yang jatuh ke tanah. </p>
<p>Gue diem sebentar sebelum ngomong, karena di dalam hati gue udah gondok banget gara-gara mereka. Tapi pas gue mau ngomong, si cowok ngeliat gue dengan wajah datarnya. </p>
<p><em>"Mas Jevan ...."</em></p>
<p>Cuma itu yang bikin hati gue gemetar tiba-tiba. </p>
<p>Dia manggil gue dengan suara pelan, rasa takut, cemas, gue rasa semua campur jadi satu. </p>
<p><em>"Lo berdua nyusahin nyokap gue. Apa yang ada di pikiran lo sampai lo gak pulang-pulang?" </em></p>
<p>Mereka gak jawab gue sama sekali. Gue yang gak sabaran cuma bisa hembus napas kasar sambil lempar payung bening yang gue pegang dan jatuh ke tanah. </p>
<p><em>"Mau pulang atau enggak terserah, asal jangan kebasahan." </em></p>
<p><em>"Bukannya Mas Jevan benci sama kami?" </em></p>
<p>Benci?</p>
<p>Gue emang gak suka dengan keberadaan mereka di rumah gue. Mereka cuma parasit yang nyusahin hidup gue dan nyokap.</p>
<p>Tapi ... apa gue benar-benar benci sama mereka? </p>
<p>Gue bergeming, gak bisa ngomong apa pun. </p>
<p>Tiba-tiba ada guntur besar yang bikin anak cewek itu meluk si abang dengan ketakutan, tapi si abang nenangin dia sambil ngelus rambut cokelat dia yang kebasahan itu. </p>
<p>Sial, kenapa gue malah jadi kasihan? Pikir gue saat itu. </p>
<p><em>"Habis hujan reda, kita pulang." </em></p>
<p>Gue bilang gitu sambil nutup payung, duduk dekat si abang yang berarti adik laki-laki beda ibu gue, tanpa nyentuh dia sama sekali. Gue cuma duduk di dekat dia.</p>
<p>Gue ingat udara dingin bikin gue sesekali mengigil, tapi si laki-laki itu nepuk paha gue dan bilang,<em> "Biar hangat."</em></p>
<p><em>"Siapa yang ngajarin?" </em></p>
<p><em>"Gak ada, tapi kalau aku pengen hangatin badan aku suka nepuk pahaku sendiri."</em></p>
<p><em>"Bodoh banget."</em></p>
<p>Itu yang gue balas ke dia. </p>
<p>Gak lama setelah hujan reda, gue ngajak dia pulang yang mana ternyata si cewek udah tidur. Si adik laki-laki beda ibu itu gendong adek ceweknya ... dan secara gak sadar gue malah pegang tangan cowok itu, jaga dia biar gak jauh-jauh dari gue. </p>
<p>Setelah kejadian itu memang hubungan gue sama mereka pelan-pelan membaik, walau gue masih sering nolak mereka juga. </p>
<p>Sekarang gue malah memprotect mereka dan gak mau mereka kenapa-kenapa. Untungnya juga karena ajaran nyokap, mereka jadi anak baik-baik gak kayak orangtua mereka. </p>
<p>Panjang ya? Habisnya gue pengen berbagi cerita, kalau hidup emang gak pernah bisa diprediksi. Hari ini benci, besok bisa sayang. Gitu terus. Herannya gue sekarang udah gak bisa bener-bener benci sama mereka. </p>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://temansevisi.my.id/community/"></category>                        <dc:creator>akulaharjunAAAA</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://temansevisi.my.id/community/ingin-didengar/mulai-cerita-dari-sini/#post-57</guid>
                    </item>
				                    <item>
                        <title>RE: Hari Ini Aku Bangga Sama Diriku</title>
                        <link>https://temansevisi.my.id/community/ingin-merayakan/hari-ini-aku-bangga-sama-diriku/#post-56</link>
                        <pubDate>Tue, 11 Aug 2026 04:10:25 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[Sudah hampir satu bulan sejak masa training-ku di suatu tempat, akhirnya aku mencoba lagi.
Orang-orang selalu fokus pada &#039;hasil&#039;, padahal dengan mencoba dan keluar dari zona nyaman adalah h...]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<p>Sudah hampir satu bulan sejak masa training-ku di suatu tempat, akhirnya aku mencoba lagi.</p>
<p>Orang-orang selalu fokus pada 'hasil', padahal dengan mencoba dan keluar dari zona nyaman adalah hal yang patut dirayakan. </p>
<p>Walau pada akhirnya aku tak pernah tahu apakah aku akan melangkah lebih jauh, setidaknya dengan kedua kakiku aku terus berjalan.</p>
<p>Aku tidak lari, terlalu lelah mengejar ritme orang.</p>
<p>Aku hanya berjalan, mencoba, berhenti sejenak, lalu berjalan lagi.</p>
<p>Tidak pernah ada yang salah dengan mencoba. Lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak sama sekali.</p>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://temansevisi.my.id/community/"></category>                        <dc:creator>pemilik271triliunwon</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://temansevisi.my.id/community/ingin-merayakan/hari-ini-aku-bangga-sama-diriku/#post-56</guid>
                    </item>
				                    <item>
                        <title>RE: Ada Harapan Baru</title>
                        <link>https://temansevisi.my.id/community/ingin-merayakan/ada-harapan-baru/#post-55</link>
                        <pubDate>Tue, 11 Aug 2026 03:59:54 +0000</pubDate>
                        <description><![CDATA[Sebenarnya, aku hidup karena &quot;aku hidup&quot;.
Di usia yang tak lagi muda sangat sulit untuk menemukan apa yang aku inginkan. Ketika beribu kertas putih kutulis, berisikan tiap harapan dan keing...]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya, aku hidup karena "aku hidup".</p>
<p>Di usia yang tak lagi muda sangat sulit untuk menemukan apa yang aku inginkan. Ketika beribu kertas putih kutulis, berisikan tiap harapan dan keinginan yang ingin terwujud satu persatu ... tetapi semua hanya angan-angan belaka.</p>
<p>Ada yang bilang "Jangan banyak bermimpi!" ketika kamu tidak memiliki sesuatu sebagai pijakan itu. </p>
<p>Namun, hari ini kutemukan seekor kucing putih totol hitam. Aku tak tahu berapa sekira usia sebenar, mungkin sekitar satu tahun lebih mengingat tubuhnya mulai besar tetapi tak begitu berisi.</p>
<p>Dia menanduk kepala pada sepatuku yang solnya telah lepas, berharap aku dapat apa yang aku inginkan hari ini yaitu diterima kerja, tetapi amplopku dibuang begitu saja entah kenapa. </p>
<p>Kucing itu terus mengeong padaku tetapi aku tak memiliki apapun selain menggosok kepala dan dagunya. Tak kusangka dia langsung menyukaiku bahkan memanjat kakiku yang tertutup celana kain hitam. Dibeli dari toko bekas yang sedang diskon.</p>
<p>Tak lama ada seseorang memberinya makan dengan menggoncang botol plastik berisi makanan kering. Dia pun berlari ke orang tersebut dan makan dengan lahap. </p>
<p>Melihat bagaimana dia mendapat apa yang dia inginkan walau bukan dariku membuatku berpikir ... apakah aku terlalu cemas akan apa yang aku harapkan?</p>
<p>Apakah aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan?</p>
<p>Secara tiba-tiba, orang yang sama--yang memberi makan kucing itu--menyodorkan sekantong plastik putih, entah apa isinya, padaku.</p>
<p>"Dimakan ya, dek. Kalau kurang bisa ambil di tempat saya." </p>
<p>Begitu katanya. Mungkin wajahku terlihat seperti orang yang harus dikasihani.</p>
<p>"Makasih, pak." Aku menjawab.</p>
<p>"Habis ngelamar kerja ya?"</p>
<p>Aku mengangguk lesu sembari menyambut kantong plastik itu.</p>
<p>"Semangat ya, bapak tahu cari kerjaan sekarang tidak mudah. Tapi saya harap adek dapat kerjaan yang adek inginkan."</p>
<p>Kata-kata itu.</p>
<p>Kata-kata itu yang sebenarnya ingin aku dengar.</p>
<p>Beribu cara aku lakukan, tetapi tak ada yang membuahkan hasil.</p>
<p>Aku hanya mendapat cacian dan kata-kata tak mengenakkan, sulit bagiku untuk memiliki semangat untuk hidup.</p>
<p>Namun ... kucing itu, bapak yang memberiku makanan ... membuatku sedikit tersentil.</p>
<p>Kita tak pernah tahu apa yang membuat kita masih hidup di dunia ini, tetapi ... sedikit kata-kata penyemangat dan hiburan dari seorang kucing, menurutku cukup.</p>]]></content:encoded>
						                            <category domain="https://temansevisi.my.id/community/"></category>                        <dc:creator>malaikatsubuh</dc:creator>
                        <guid isPermaLink="true">https://temansevisi.my.id/community/ingin-merayakan/ada-harapan-baru/#post-55</guid>
                    </item>
							        </channel>
        </rss>
		